http://habibmaulana.com/wp-content/uploads/2011/01/alas-ketonggo.jpgBudaya Jawa menyimpan dan menyelinapkan tabir-tabir misteri sebagai inspirasi spirit dan mental yang berwujud sanepan dengan makna yang tersirat, bukan tersurat bagi generasi-nya, agar tidak lengkang oleh perkembangan zaman. Alas Ketonggo sebagai satu contoh yang tempatnya menyimpan legenda dan mitos di dalam angan-angan dan impian di dalam pikiran, perasaan dan budi. Ada banyak masyarakat yang hanyut pengertian dan pengetahuannya untuk meyakini dan mempercayai Alas Ketonggo dengan makna tersurat atau lahiriah. Hingga tidak tanggung-tanggung secara mentah menjadikan Alas Ketonggo sebagai ajang pencarian inspirasi demi perkembangan mental dan spiritnya.

Dimanakah letak yang hakiki untuk menyikapi Alas Ketonggo, secara tersurat atau tersirat? Guratan tinta inilah yang akan mengupas tuntas apa yang seharusnya kita mengerti dan pahami agar diri kita tidak tersesat di dalam pengetahuan dan pengertian.

Alas Ketonggo secara lokasi atau obyek bertempat di Alas Purwo. Selain itu di Kalasan Yogyakarta disebut Bathok Bolu Isi Madu, di Wonosari, di Ngawi dengan sebutan Alas Ketonggo Kapetak, di Blora di dekat masyarakat Samin juga menyebut Alas Ketonggo, juga di Temanggung tempat Angling Darmo, dll. Kesemuanya tempat itu diyakini masyarakat setempat sebagai pusat kraton gaib yang terus dibangun dan tak kunjung selesai. Inilah guratan tinta untuk menjelaskan pengertian dan pengetahuan yang sebenarnya, agar berfungsi peran di dalam pengetahuan kita bersama.

1. Alas Ketonggo, “alas” berarti hutan, dasar pokok atau keramaian. Ketonggo berasal dari kata “katon” (terlihat) dan “onggo” (makhluk halus) atau makhluk halus atau kehidupan yang halus yang katon atau kelihatan.

2. Siapapun yang meyakini kekuasaan Tuhan harus meyakini adanya alam rohani, tempat kehidupan makhluk-makhluk rohani atau gaib.

3. Ada kehidupan setelah terjadi kematian, yaitu alam kehidupan gaib atau alam rohani bagi para arwah yang telah meninggalkan dunia atau alam kehidupan jasmani.

4. Siapapun yang hendak menuju kehadirat Tuhan-nya esok sebagai tujuan atau perjalanan akhir harus memahami alam kehidupan rohani. Jelasnya, siapapun untuk tertuju kehadirat-Nya harus melewati tujuh lapisan alam kehidupan rohani atau harus melewati perjalanan langit ke tujuh.

5. Selagi dirimu hanya terbelenggu oleh pengetahuan akal alam jasmani dengan mengandalkan perangkat tubuh jasmani dan inderanya, dirimu tidak akan pernah mampu mengerti dan memahami dimensi kehidupan alam gaib itu.

6. Mengetahui alam kehidupan jasmani sebagai pijakan dasar yang tidak boleh ditinggalkan selagi menjadi manusia. Namun tujuh alam kehidupan rohani juga harus kau alami dan ketahui.

7. Untuk mengetahui kehidupan alam rohani, dirimu harus memahami sinandi Alas Ketonggo, yang sesungguhnya kehidupan buwana alit-mu.

8. Bukankah dirimu sering mengalami kekosongan, keheningan dan kesepian seperti di tengah hutan lebat yang jauh dari aktivitas manusia. Tentu di dalam kesepian, kekosongan dan keheningan akan menjumpai keramaian yang melebihi aktivitas alam jasmani yang senyatanya. Itulah pengertian dasar Alas Ketonggo.

9. Kosong adalah isi, isi adalah kosong. Maya itu katon dan katon itu maya. Itulah pokok-pokok pengertian rohani Alas Ketonggo yang sesungguhnya menyimpan rahasia atau tabir pengetahuan dan pengertian untuk cerdas dan tangkas menyikapi kehidupan bersama.

10. Memahami sifat dan peran fenomena energi hawa dan nafsu di dalam kehidupanmu akan mengungkap segala pencarian aktivitas keramaian akan mendapatkan kesepian dan mencari keheningan dan kesepian akan mendapatkan keramaian. Hanya orang yang beralaskan kesadaran saja yang mampu mengungkap rahasia itu.

11. Alas Ketonggo adalah ekspresi kehidupan jiwamu yang terdapat fenomena energi hawa dan nafsu yang harus kau kendalikan dan kau atur demi kebaikan hidupmu dan sesamamu.

12. Fenomena energi hawa dan nafsu di dalam jiwamu ada pada pikiran, perasaan dan budimu yang syarat dengan adanya kegiatan maya dan samar seperti angan-angan, harapan, khayalan, imajinasi dan impian. Bukankah fenomena energi itu seperti aktivitas makhluk halus di alam maya atau alam rohani yang sulit ditentukan oleh siapapun yang tidak mengetahui dan memahaminya.

13. Siapapun yang mampu menyatakan segala perwujudan yang maya dan samar maka disebut mengalami alas ketonggo.

14. Melihat atau menyaksikan, mengalami hingga terampil bertahan hidup di alas ketonggo (jiwa) adalah yang seharusnya kau alami dalam kehidupanmu saat ini, agar dirimu membuahkan cipta, rasa dan karsa karya nyata untuk membangun hidup dunia bagi sesamamu

15. Siapapun yang telah lulus dari alas ketonggo akan menjadi pemimpin bagi umat manusia dan segenap makhluk hidup beserta alam semesta ciptaan-Nya.

16. Jangan sampai hidupmu dikuasai oleh jagat onggo-onggo atau jagatnya para dedemit atau makhluk halus yang serba menebar kebingungan, kekhawatiran, ketakutan, mudah heran (gumunan) tetapi kita yang harus menguasainya. Oleh sebab itu, kuasailah Alas Ketonggo (jiwamu).

17. Menguasai Alas Ketonggo akan memahami pengertian Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwataning Diyu, agar dirimu tidak dikuasai oleh mereka yang menguasai segala hal yang samar atau yang tidak jelas, seperti kekhawatiran, kebingungan, ketakutan, dll.

18. Pada dasarnya ketakutan, kekhawatiran, kebingungan dan ketakutan hanyalah bagi siapapun yang belum genap pengertian dan pengetahuannya.

19. Selama dirimu mengalami ketakutan, kekhawatiran dan kebingungan, berarti dirimu masih dikuasai dan dibelenggu oleh setan atau iblis beserta walinya, yang berkarya menguasai dan membelenggu hidupmu.

20. Alas Ketonggo adalah sinandi bagimu yang harus kau ketahui rahasianya, agar dirimu genap disebut manusia yang hidup karena titah Tuhan, bukan hidup karena asal atau waton hidup.

21. Siapapun yang belum memahami apa yang tersirat dalam Alas Ketonggo akan tersesat, karena sebuah dasar pengetahuan pokok dalam melakukan perjalanan hidup yang sekaligus sebagai perjalanan rohani.

22. Sejarah serta jati diri dan identitas bangsamu tersimpan memorinya di dalam alas ketonggo. Dirimu akan mengungkapnya dengan melihat aktivitas leluhurmu di alam rohani alas ketonggo.

23. Memasuki alas ketonggo akan membuat dirimu cerdas, berpengetahuan dan berpengertian luas untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

24. Bahkan segala pengetahuan yang telah punah dan sirna oleh zaman masih tersimpan rapi di alas ketonggo, tentu mendapatkannya dengan berinteraksi di dalam pengetahuannya.

25. Siapapun yang berhasil mengupas Alas Ketonggo akan menjadi sosok pemimpin, sebab dengan pengetahuan dan pengertiannya akan membuahkan terang bagi yang mengalami kegelapan pengetahuannya dan menjadi pembebas penderitaan.

26. Bangsa yang jaya tetap terus berjuang menemukan dan mempertahankan jati diri dan identitasnya, dengan berjuang mencapai pencerahan atau kemerdekaan menuju kedamaian, ketentraman dan kemakmuran baginya.

27. Bukankah kesengsaraan dan derita adalah simbol daripada neraka dan simbol kebahagiaan, kemerdekaan, kebebasan, pencerahan, kemakmuran, kedamaian dan ketentraman adalah simbol surga

28. Satria piningit akan muncul dari alas ketonggo, dengan tanda munculnya bathok bolu isi madu adalah sinandi bagi perjalanan rohani.

29. Bathok Bolu Isi Madu adalah makna tersirat dalam Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwataning Diyu yang diawali dengan pembukaan delapan lubang atau pintu gerbang energi kehidupan agar terbuka pintu yang kesembilan.

30. Hanya Satria piningitlah dalam pengertian tersirat yang mampu membuka kedelapan pintu gerbang atau yang disebut Bathok Bolu Isi Madu.

31. Olehnya, ke delapan pintu gerbang terbuka di dalam bathok bolu isi madu oleh satria piningit, kemudian satria piningit mampu membuka pintu gerbang kedelapan, maka satria piningit menjadi Ratu Adil.

32. Munculnya bathok bolu isi madu sebagai tanda keberhasilan satria piningit, jika berhasil membuka pintu gerbang kebebasan dan pencerahan hidup.

33. Pintu gerbang kesembilan jika terbuka maka satria piningit akan melepaskan ikatan duniawi lapis tujuh, hingga disebut sebagai Ratu Adil atau Hingkang Sinuwun atau Ingsun.……

34. Satria piningit itu adalah dirimu atau pribadi sejatimu atau roh sejatimu yang menguasai hidupmu, yang disebut Ingsun.

Mengapa alas ketonggo menjadi sinandi pencerahan rohani dan jasmani beserta kejayaan umat manusia, di dalam pengetahuan luhur budaya Jawa?

1. Alas walaupun disebut hutan yang oleh beragam makhluk hidup seperti pepohonan, hehewanan serta makhluk halus yang berasal dari arwah-arwah para leluhur masa silam, sebagai ekspresi fenomena hawa dan nafsu kita semua, yang liar dan terkendali.

2. Sinandi alas ketonggo sebagai sinandi kehidupan jagat cilik (hawa dan nafsu-kita) dan jagat gedhe (alam semesta).

3. Alas ketonggo dalam pengertian jagat cilik adalah fenomena kehidupan kita, yang pada dasarnya sulit dikendalikan tetapi harus mampu kita kendalikan. Sedangkan alas ketonggo dalam arti makro atau dalam pengertian nyata, seperti Kraton beserta Raja-nya sebagai sentral budaya, tempat-tempat yang dimitoskan atau disakralkan dalam kegiatan peziarahan. Arti pesan yang mendalam bahwa kita tidak boleh meninggalkan budaya dan sejarah masa lalu.

4. Alas Ketonggo tempat arwah-arwah para leluhur yang telah meninggalkan dunia puluhan hingga ratusan tahun, namun belum berpulang dihadirat Tuhan, dan masih menyimpan rapi di dalam tubuh halus maniknya.

5. Banyak pengetahuan masa silam yang sebagai simbol jati diri dan identitas bangsa-mu di Alas Ketonggo. Oleh itu, kehidupan para arwah leluhur masih aristokrat, sesuai peradaban budayanya lalu.

6. Peradaban budaya beserta nilai-nilai luhur masa silamnya menyimpan potensi kekuatan identitas dan jati diri bangsa-mu. Apabila bangsa-mu ingin jaya dan menjadi terang dunia harus berpijak pada budaya atau jati diri dan identitasmu.

7. Jangan melupakan sejarah atau budaya leluhur-mu, jika melupakan sejarah dan budaya-mu dari situlah kelemahan bangsa-mu.

8. Pahamilah sandi Alas Ketonggo, sebab dialah yang menyimpan sejarah, rahasia dan kenangan masa lalu yang membantu dirimu untuk menemukan jati diri dan identitasmu.

9. Bukankah bangsamu mengalami krisis keyakinan dan kepercayaan akan jati diri dan identitasmu. Artinya bangsamu telah asing mengenali potensi dirinya.

10. Bahkan bangsamu tidak mengetahui dan menyadari kekrisisannya. Itulah bencana akibat meninggalkan pilar dan pondasi budayanya.

11. Negara dan bangsa manapun akan mengalami kejayaan jika telah menemukan jati diri dan identitasnya (budayanya) dan itu tersimpan dalam sandi Alas Ketonggo.

12. Walaupun sandi Alas Ketonggo disebut dan dikatakan mitos bagi pemahaman modern, tetap mereka jaya sebagai pusat pemikiran dikarenakan berangkat dari mitos atau yang disebut angan-angan, harapan, cita-cita, impian, dll.

13. Bangsa manapun tidak akan maju dan jaya jika meninggalkan angan-angan, harapan, cita-cita, keinginan, kehendak, harapan, impian yang kesemuanya adalah simbol mitos.

14. Lihatlah bangsa-bangsa yang telah jaya, mereka mengawali kejayaannya dengan kesadaran kolektif mitosnya di dalam jiwa pikiran, perasaan, budi dan perilaku indera jasmaninya atau cipta, rasa dan karsanya.

15. Alas Ketonggo sandi untuk menggali jati diri dan identitasnya sebagai awal mengumpulkan kekuatan untuk terbebaskan dari kesengsaraan, derita, ketidaktentraman dan ketidakdamaian, ketidakmakmuran, kemiskinan dan belenggu bangsa-mu.

16. Bangsa yang telah jaya menggali budaya asalnya sendiri melalui prosesi sinandi alas ketonggo dengan menghormati perjuangan leluhurnya.

17. Bagaimana bangsamu atau dirimu akan mendapatkan pencerahan dan kemerdekaan hidup bagi bangsamu, jika dirimu saling berjuang demi kepentingan dan kekuasaan kelompok-mu.

18. Salah satu nasehat sinandi Alas Ketonggo,“Janganlah energi jiwa hawa dan nafsumu saling bertubrukan menyalakan api kesengsaraan yang menambah dirimu atau bangsamu saling terbelenggu dan membelenggu”.

19. Jika energi jiwa hawa dan nafsumu saling bertubrukan atau bertabrakan maka dirimu akan saling memiliki kebingungan, saling memiliki kekhawatiran, saling memiliki ketakutan, sekalipun hal itu terungkap atau tidak terungkap.

20. Masuklah ke alam alas ketonggo, disitulah banyak pengetahuan yang mengisi kekurangan dan kelemahanmu, agar dirimu tidak mudah bingung, takut, khawatir, menderita dan sengsara, dll.

21. Jika dirimu mampu membuka sinandi Alas Ketonggo, ambillah potensi lebihnya dan jadikan kelemahannya menjadi hikmah, agar dirimu trampil menghimpun kekuatan dan mengerti keinginan dan kehendak energi hawa dan nafsu untuk menyelamatkan generasi muda bangsa-mu.

22. Jika telah mampu membuka sinandi Alas Ketonggo, para leluhurmu akan berinteraksi denganmu dan memberikan pengetahuan yang memubuat bangsa-mu jaya dan maju.

23. Memasuki alas ketonggo diperlukan seni ketrampilan melepaskan belenggu tubuh jasmani, jika tidak memiliki hanya akan dapat kesunyian dan aktivitas kesendirian tanpa arti dan makna seperti melamun atau menghayal.

24. Alangkah lebih lengkapnya jika dirimu yang memiliki kecerdasan akal jasmani, kemudian memiliki kecerdasan rohani di dalam pikiran, perasaan dan budimu, maka pengetahuan dan ketrampilanmu akan disebut seimbang.

25. Sungguh keseimbangan diperlukan jika memasuki alas ketonggo, agar akal jasmani dipersiapkan agar tidak mengalami gejolak keterbatasan dengan kehidupan rohani.

6BxaXfgU2Y Lawu, Gunung Indah Penuh Cerita SejarahTERLETAK di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu memiliki panorama alam yang indah. Banyak wisatawan minat khusus yang mendakinya.

Gunung ini pun kerap disambangi para peziarah karena menyimpan obyek-obyek sakral bersejarah. Tempat sakral di sekitar Gunung Lawu terutama petilasan-petilasan Raden Brawijaya seperti Pertapaan Raden Brawijaya, dan Cengkup (rumah kecil yang ditengah-tengahnya terdapat kuburan).

Konon nisan yang ada di Cengkup itu adalah Petilasan Prabu Brawijaya, bekas Raja Majapahit yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Lawu. Cangkup dan tempat pertapaan Raden Brawijaya ini terletak di Hargo Dalem, puncak tertinggi kedua Gunung Lawu.

Di gunung berketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memang menyimpan berbagai peninggalan sejarah kerajaan Majapahit seperti, Candi Ceto, Candi Sukuh yang merupakan peninggalan Raden Brawijaya selama dalam pelariannya.

Gunung Lawu adalah gunung yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar terutama penduduk yang tinggal di kaki gunung. Tidak heran bila pada bulan-bulan tertenu seperti bulan Syuro penanggalan Jawa, gunung ini ramai didatangi oleh para peziarah terutama yang datang dari daerah sekitar kaki Gunung Lawu seperti daerah Tawamangun, Karanganyar, Semarang, Madiun, Nganjuk, dan sebagainya.

Mereka sengaja datang dari jauh dengan maksud terutama meminta keselamatan dan serta kesejahteraan hidup di dunia. Lokasi yang dikunjungi para peziarah terutama tempat yang dianggap keramat seperti petilasan Raden Brawijaya yang dikenal oleh mereka dengan sebutan Sunan Lawu. Selain itu Sendang Derajat, Telaga Kuning, dsb.

Peninggalan-peninggalan besejarah itu menjadi salah satu saksi sejarah bahwa bangsa kita sejak dahulu berbudaya tinggi oleh karenanya patut dilestarikan karena memberi nilai lebih pada gunung ini.

Di puncak Gunung Lawu ini, menurut cerita yang berkembang di masyarakat yang tinggal di kaki, bahwa Raden Brawijaya lari ke Gunung lawu untuk menghindari kejaran pasukan Demak yang dipimpin oleh putranya yang bernama Raden Patah, serta dari kejaran pasukan Adipati Cepu yang menaruh dendam lama kepada Raden Brawijaya. Konon Raden Brawijaya meninggal di puncak Gunung Lawu ini dibuktikan dengan adanya Cengkup serta petilasan-petilasannya di puncak Gunung Hargo Dalem dengan ketinggian 3.148 mdpl.

Menurut kisah, setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, muncul kerajaan Islam yang berkembang cukup pesat yaitu Kerajaan Demak yang dipimpin oleh seorang raja bernama Raden Patah, masih merupakan putra Raden Brawijaya. Beliau menjadikan Kerajaan Demak menjadi kerajaan besar di Jawa. Pada saat itu Raden Patah bermaksud mengajak ayahnya yaitu Raden Brawijaya memeluk agama Islam, akan tetapi Raden Brawijaya menolak ajakan anaknya untuk memeluk ajaran yang dianut Raden Patah.

Raden Brawijaya tidak ingin berperang dengan anaknya sendiri dan kemudian Raden Brawijaya melarikan diri. Penolakan ayahnya untuk memeluk agama Islam membuat Raden Brawijaya terus dikejar-kejar oleh pasukan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah. Untuk menghindari kejaran pasukan Demak, Raden Brawijaya melarikan diri ke daerah Karanganyar.

Disini Raden Brawijaya sempat mendirikan sebuah candi yang diberi nama Candi Sukuh yang terletak di Dusun Sukuh Desa Berjo Karanganyar. Tetapi belum juga merampungkan candinya, Raden Brawijaya keburu ketahuan oleh pasukan Demak, pasukan Demak dan pengikut-pengikut Raden Patah terus mengejarnya sehingga Raden Brawijaya harus meninggalkan Karanganyar dan meninggalkan sebuah candi yang belum rampung.

Kemudian Raden Brawijaya melarikan diri menuju kearah timur dari Candi Sukuh. Di tempat persembunyiannya, Raden Brawijaya sempat pula mcndirikan sebuah Candi, tetapi sayang tempat persembunyian Raden Brawijaya akhirnya diketahui oleh Pasukan Demak. Raden Brawijaya melarikan diri lagi dengan meninggalkan sebuah candi yang sampai sekarang dikenal masyarakat dengan sebutan Candi Ceto. karena merasa dirinya telah aman dari kejaran Pasukan Demak, Raden Brawijaya sejenak beristirahat akan tetapi malapetaka selanjutnya datang lagi kali ini pengejaran bukan dilakukan oleh Pasukan Demak tetapi dilakukan oleh pasukan Cepu yang mendengar bahwa Raden Brawijaya yang merupakan Raja Majapahit bermusuhan dengan kerajaan Cepu masuk wilayahnya sehingga dendam lama pun timbul.

Pasukan Cepu yang dipimpin oleh Adipati Cepu bermaksud menangkap Raden Brawijaya hidup atau mati. Kali ini Raden Brawijaya lari ke arah puncak Gunung Lawu menghindari kejaran Pasukan Cepu tapi tak satu pun dari pasukan Cepu yang berhasil menangkap Raden Brawijava yang lari ke arah puncak Gunung Lawu melalui hutan belantara.

Didalam persembunyian di Puncak Gunung Lawu, Raden Brawijaya merasa kesal dengan ulah Pasukan Cepu lalu ia mengeluarkan sumpatan kepada Adipati Cepu yang konon isinya jika ada orang-orang dari daerah Cepu atau dari keturunan langsung Adipati Cepu naik ke Gunung Lawu, maka nasibnya akan celaka atau mati di Gunung Lawu. Dan katanya bahwa sumpatan dari Raden Brawijaya ini sampai sekarang tuahnya masih diikuti oleh orang-orang dari daerah Cepu terutama keturunan Adipati Cepu yang ingin mendaki ke Gunung Lawu, mereka masih merasa takut jika melanggarnya.

Sendang Panguripan & Drajat

Tempat yang sering didatangi oleh para peziarah selain tempat yang ada di puncak Hargo Dalem dan Hargo Dumilah adalah Sendang Panguripan dan Sendang Drajat. Konon di Sendang Panguripan memiliki kekuatan supernatural. Di Sendang Panguripan ini sumber airnya sering dimanfaatkan oleh para peziarah untuk mencari kehidupan. Mereka percaya sumber air yang ada di sana, airnya pernah dimanfaatkan oleh Raden Brawijaya ketika mendaki Gunung Lawu dan sampai sekarang masyarakat percaya bahwa air yang digunakan oleh Raden Brawijaya di Sendang Panguripan sangat berkhasiat.

Sama seperti Sendang Panguripan di Sendang Drajat pun airnya sering dimanfaatkan oleh para peziarah. Konon airnya memiliki kekuatan supernatural untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Disamping kaya dengan sejarah dan misteri Kerajaan Majapahit, Gunung Lawu juga kaya akan berbagai obyek wisata alam seperti objek wisata alam Tawangmangu dengan air terjun Grojogan Sewu, Telaga Sarangan dengan keindahan danaunya yang begitu memesona, Candi Ceto dan Candi Sukuh yang merupakan Candi yang dibuat oleh Raden Brawijaya selama dalam pelarian, serta tidak kalah menariknya adalah wisata alam mendaki Gunung Lawu.

Berbagai fasilitas menuju Puncak Gunung Lawu tersedia dengan baik. Untuk mendaki Gunung Lawu terdapat beberapa rute Pendakian seperti Cemoro kandang, Cemoro Sewu, Ceto, dan Jogorogo yang memasuki wilayah Ngawi Jawa Timur. Tetapi disarankan untuk melalui jalur Cemoro Kandang. Kalau melalui Cemoro Kandang waktu yang dibutuhkan sekitar 9 sampai 10 jam perjalanan pendakian, dan untuk turun dibutuhkan waktu sekitar 5 sampai 6 jam.

Jika melewati Cemoro Kandang terlebih dahulu kita akan melewati beberapa rute pendakian seperti Pos pendakian Cemoro Kandang, Taman Sari Bawah, Taman Sari Atas, Parang Gupito, Jurang Pangarif-ngarif, Ondorante, Cokro Srengenge yang termasuk Pos IV serta Pos terakhir yaitu Pos V. Di sini terdapat pertigaan, kalau berbelok ke kanan kita akan menuju Puncak Hargo Dumilah yang merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3.265 meter dpl, dan jika lurus kita akan menuju Puncak Hargo Dalem 3.148 meter dpl.

Dari puncak Gunung Lawu kita akan disuguhi peristiwa alam matahari terbit yang indah. Bila memandang kearah Barat akan tampak terlihat puncak Gunung Merapi, Merbabu. Dan kalau melihat ke arah Timur akan terlihat keindahan Puncak Gunung Kelud, Butak, dan Gunung Wilis yang membentuk lukisan alam menawan. Jika ingin mendaki menuju Puncak Gunung Lawu tidak terlalu ramai sebaiknya pada hari Senin sampai Jumat.

Beberapa jenis burung bisa ditemui di kawasan Gunung Lawu, sepcrti Burung Anis, Perjak, Kaca Mata, dan Burung Kerak. Tumbuhannya antara lain Cemara gunung, Bunga Eidelweiss, Cantigi, pohon karet hutan, Beringin, Rustania, dan Puspa. Bunga Eidelweiss tumbuh subur terutama di lembah dan lereng Gunung Lawu, mulai dari jalur antara Pos IV dan Pos V.

Sampai sekarang ekosistem tumbuhan dan binatang yang hidup di kawasan Gunung Lawu masih terjaga dengan baik karena masyarakat yang tinggal di kaki Gunung merasa takut jika hutannya dirusak, maka penguasa Lawu yakni Sunan Lawu yang tak lain adalah Sang Prabu Brawijaya, akan marah besar.

Untuk menuju ke Gunung Lawu sudah tersedia sarana transportasi dengan baik, jika kita menuju Gunung Lawu dari arah Kota Solo kita bisa menggunakan bus menuju Tawangmangu yang memiliki hawa udara yang sejuk sama seperti kita berada di Lembang, Bandung. Ongkosnya yang cukup murah Rp 3.500. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam, dari terminal Tawangmangu yang masuk kedaerah Kabupaten Karanganyar.

Dilanjutkan dengan kendaraan Colt menuju Sarangan berhenti di Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu dengan ongkos Rp 3.000. Tiket masuk menuju pos pendakian Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu Rp 2.500 per orang, sudah termasuk asuransi Wana Arta. Atau kita bisa menuju jalur lainnya yaitu Jogorogo dan Ceto tetapi jalurnya lebih panjang oleh karenanya diperlukan persiapan yang matang, baik fisik maupun mental.

Gunung Lawu lewat Solo dari Solo menuju Tawangmangu sekitar 60 km ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan bus. Tawangmangu-Cemorokandang sekitar 1 jam perjalanan dengan angkutan pedesaan. Cemorokandang menuju puncak Lawu dapat ditempuh sekitar 10 jam perjalanan pendakian. Kalau ingin pendakian tidak terlalu ramai sebaiknya melakukan pendakian pada hari senin-jumat.

Perlangkapan pendakian yang harus dibawa terutama makanan yang cukup, tenda, jaket hangat, dsb. Serta meminta ijin pendakian di Pos Cemorokandang.

gunung lawu Lawu, Gunung Indah Penuh Cerita Sejarah

gunung lawu12 Lawu, Gunung Indah Penuh Cerita Sejarah

lawu Lawu, Gunung Indah Penuh Cerita Sejarah

gunung lawu Lawu, Gunung Indah Penuh Cerita Sejarah

http://aliefqu.files.wordpress.com/2011/01/sleep.jpgTadi pagi tanggal 23 Agustus 2011 setelah sahur, saya bermimpi.

Pertama-tama saya bermimpi ke acara pernikahan saudara, tetapi saya di mimpi kurang tahu, siapa saudara saya yang menikah itu. Pada saat di tempat pernikahan tersebut, saya bersama bapak saya ingin mencari toilet, tetapi dikarenakan tempat pernikahan tersebut ramai. akhirnya saya bersama bapak saya terpencar, bapak saya mendapatkan toilet duluan ditempat lain, sedangkan saya masih berputar2 mencari wc.

Sampai akhirnya ketika saya mendapatkan WC, pas saya ingin buang air, tiba2 ada ular cobra di closet wc tersebut dan akhirnya saya tidak jadi buang air, dan menahannya.

Kedua, setelah dari acara pernikahan, saya tiba2 berada di perjalanan menuju Argo Dumilah gunung lawu, puncak paling atas gunung lawu. Di mimpi saya, saya menuju ke Argo Dumilah bersama keluarga saya, Bapak Kasidi dan Alm. Eyang Pri.

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSoW5nyJpwIsGNPkv4Od39nXgMicmL4jICA2MIHgSZ0E2N57K9DBgKetika sampai di atas puncak gunung Lawu, Argo Dumilah, yang saya lihat yaitu ada beberapa sendang (pemandian) sekitar kurang lebih ada 5 pemandian yang berbentuk seperti kolam dari batu kali. Air nya bening dan dingin. Selain pemandian yang saya lihat disitu adalah, ada nya tiga pohon besar yang berdaun seperti bunga, warnanya masing2 merah, pink ke ungu2an, dan hijau. Selain 3 pohon yang saya lihat, disitu juga saya di kasih lihat atau di beri tahu oleh Alm. Eyang Pri, di tempat tersebut terdapat tebing gunung kapur yang besar, sambil menyiram tanaman tersebut tadi eyang pri bercerita, bahwa di tempat ini lah keberadaan Kyai Anoman. Alm. Eyang Pri pun juga bercerita tentang pohon yang sedang beliau sirami nya. Saya sambil menyimak, Alm. Eyang Pri bercerita, pohon ini adalah pohon langka, hanya terdapat disini (Argo Dumilah) ketiga pohon ini jangan sampai ditebang dan harus tetap hidup, apabila salah satu pohon ini ditebang, maka dunia bisa tenggelam.

http://travel.indoprofile.com/files/2011/04/gunung-lawu.jpgSetelah melihat Alm. Eyang Pri menyiram, saya kembali ingat, kalau saya sedang kebelet, kemudian saya bertanya2 kepada pak Kasidi dan Alm. Eyang Pri, saya ingin pipis, tapi dimana tempatnya, saya ga berani pipis sembarangan, kalau pipis di kolam yang paling ujung boleh ga ? “Tanya saya”. kemudian Alm. Eyang Pri menjawab, boleh. Tetapi saya tidak berani, kemudian saya jalan agak menuju keluar dari tempat Argo Dumilah, saya turun sedikit, ketika sedang berjalan dan saya menoleh ke kiri bawah bukit yang terdapat jalanan berpasir putih, saya melihat sepasang kobra sedang berjalan cepat sekali, kobra tersebut berjalan kemudian masuk ke lobang tanah di sisi jalan. Ular kobra itu masuk. Setelah ular kobra tersebut masuk kemudian saya melanjutkan untuk berjalan buang air kecil, ketika kira2 menemukan tempat untuk buang air kecil, tapi disitu ada beberapa orang, ada ibu2 dan bapak2, yang sedang bekerja bersih2 membangun jalan dan rumah kecil, dan ada sapi juga 2 ekor. Saya bertanya kepada warga tersebut, pak saya mau pipis kira2 dimana ya yang boleh ? “tanya saya (karena disana juga tidak ada toilet). Oh disana aja dek “jawab bapak2 warga disitu”. Kemudian saya mencari pojokan2 disektar tempat tersebut untuk pipis dan agar tidak terlihat orang juga. Tetapi setiap inign pipis sepertinya posisinya selalu terlihat oleh warga. Sampai akhirnya saya menemukan tempat yang sekiranya tidak terlihat untuk pipis. Begitu saya ingin pipis, saya melihat ular Kobra lagi, sejumlah 2 ekor didepan saya, sontak saya yang baru sedikit buang air kecil, tiba2 buru2 harus menyudahinya, karena takut di gigit ular tersebut. Kemudian saya teriak ada ular kepada warga disitu, kemudian warga melihat dan membunuh ular2 kobra tersebut, ke 2 ular kobra tersebut akhirnya setengah mati. Karena saya tidak mau lama2 disana karena tidak tega dan kasihan melihat nya, kemudian saya kembali naik ke Argo Dumilah, dimana tempat saya tadi berkumpul dengan keluarga dan saudara saya.

Sesampai disana, saya disuruh mandi oleh Alm. Eyang Pri di Sendang di Argo Dumilah, tetapi saya seperti tidak berani,  akhirnya Alm. Eyang Pri mandi berendam duluan, ia mencopoti pakaian kemudian naik ke air terjun kecil diatas sendang, dan Alm. Eyang Pri pun melompat ke sendang, ketika lompat dari air terjun kecil menuju sendang, sebelum menyentuh air, kira2 1cm diatas air, tubuh Alm. Eyang Pri menghilang, dan tidak ada di sendang tersebut. Seharusnya kan beliau nyemplung di sendang tersebut, saya pun panik mencari beliau disendang tersebut, pikir saya hilang kemana Alm. Eyang Pri. Tak berapa lama kemudian Alm. Eyang Pri memanggil saya, lalu saya menoleh, Subhanallah, beliau tiba2 sudah ada di sendang lain yang bersebalah dengan sendang yang ia lompati tadi, dan hanya selang beberapa detik saja beliau sudah ada di sendang yang lain. Kemudian beliau dari sendang tersebut seperti lompat kecil, pada saat lompat, tiba2 beliau hilang kembali, dan muncul di sendang lain. Astaga saya mikir, ilmu apa yang sedang beliau perlihatkan kepada kita. Pak Kasidi pun berkata, thu dim kamu harus bisa seperti itu. Jawab saya iya pak Di. Setelah Alm. Eyang Pri mandi, kemudian naik dan duduk bersama Pak kasidi, dan terlihat sedang berbicara serius sekali, seperti ada yang diperdebatkan. Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan. dan kemudian saya terbangun.

Begitulah mimpi saya pagi ini tanggal 23 Agustus 2011. Agar saya tidak lupa, saya buru2 mencatatnya disini. Karena ini bagi saya adalah mimpi yang langka. dan mimpi yang mengesankan. mimpi bertemu Alm. Eyang Pri, Pak Kasidi di Argo Dumilah. Banyak misteri dan pertanyaan yang ada dari mimpi saya ini.

yaitu;

1. Apa makna dari mimpi pernikahan saudara saya, saya juga tidak tahu saudara saya itu siapa yang menikah.

2. Saya melihat dan menemui Ular Kobra di mimpi saya, di tempat pernikahan dan jalan Turun dari Argo Dumilah.

3. Apa nama ketiga pohon tersebut ? dan apa memang benar ada di Argo Dumilah terdapat 3 pohon besar dan keramat.

4. Apa benar di Argo Dumilah terdapat sendang atau seperti kolam, yang saya lihat jumlahnya -+ 5, 1 agak diatas.

5. Bukit kapur di puncak Argo Dumilah tersebut, apa memang benar tempat keberadaan Kyai Anoman ?

6. Dari pernyataan Alm. Eyang Pri, Jangan menebang ke 3 pohon tersebut, karena Dunia Bisa tenggelam.

7. Apa di Argo Dumilah terdapat air terjun kecil diatas sendang ?

Apabila ada yang ingin berbagi cerita atau kisah, atau ingin menjawab pertanyaan saya, monggo. Terima Kasih.

AJI RAJAH KALACAKRA – Rajah Kalachakra merupakan senjata ghoib yang bisa untuk membinasakan musuh yang sakti. Rajah inipun juga bisa untuk pagaran tubuh, pagaran rumah dan lain-lainnya. Biasanya rajah ini berupa sinar berputar dan terletak didada pemiliknya. Bagi yang sudah bisa melihat alam ghoib, akan bisa melihat ujud rajah ini.

AJI BRAJAMUSTI – Dizaman dulu aji Brajamusti adalah aji kebanggan para pendekar. Kerana aji Brajamusti ini merupakan perisai badan yang ampuh sekali. Orang yang mempunyai aji brajamusti mempunyai kekuatan badan dan kekuatan ghaib yang tidak ada tandinggannya. Maka orang yang memiliki tidak bisa menggunakan aji brajamusti kalau tidak dalam keadaan terpaksa. Sebab kalau digunakan sembarangan bisa membahayakan lawan. Kegunaan aji brajamusti selain untuk mengisi kekuatan badan dan tangan, aji barajamusti juga sebagai aji kekebalan terhadap berbagai macam senjata tajam. Senjata yang ampuh bagaimanapun kalau terkena aji brajamusti pasti akan tawar, tak bertuah.

AJI BANDUNG BONDOWOSO – Seperti halnya aji Brajamusti, aji Bandung Bondowoso juga mempunyai khasiat yang luar biasa hebatnya. bagi orang yang mengamalkan aji Bandung Bodowoso akan mempunyai kekuatan badan yang mentakjubkan. Barang yang mustahil bisa diangkat dengan kekuatan manusia, maka dengan aji Bandung Bodowoso barang itu dapat diangkat dengan mudah. Bahkan lebih dari itu dengan aji ini orang bisa menagkis tanpa cidera semua senjata tajam. Senjata tajam akan terpental dengan sendirinya bila mengenai badannya.

AJI INTI LEBUR SAKHETI – Inti lebur saketi merupakan ajian pamungkas handalan beberapa perguruan. Ajian ini bila diamalkan terus menerus dayanya sangat hebat, bisa digunakan untuk membakar hangus golongan jin yang sakti. Tetapi bisa juga untuk pengobatan, khususnya orang yang kena santet, teluh, tenung, sihir dan lainlainnya lagi. Aji ini kerana dayanya yang dahsyat tidak bisa digunakan sembarangan.

AJI KOMARA GENI – Aji Komara Geni sejenis Gembala Geni yang juga merupakan aji pamungkas. Komara Geni bisa juga digunakan untuk membakar bangsa jin. kegunaan aji Komara Geni selain untuk pukulan kontak membakar jin, juga untuk pagaran badan, pagaran rumah dan pengobatan berbagai penyakit. Yang penting adalah niat si empunya aji ini.

AJI BADA’ TUBI – Sebenarnya aji Bada’ Tubi ini merupakan aji kekebalan yang tak kalah dengan aji Tameng Waja atau Blabak Pengantolan. Bahkan aji ini mempunyai kelebihan untuk bertempur. Ilmu kontak Bada’ Tubi bisa membikin lawan kaku seperi patung (terkunci).

AJI JALA SUTRA – Aji Jala Sutra bila diamalkan dengan baik dapat untuk melumpuhkan lawan dan kesaktiannya. Biasanya musuh yang kena aji Jala Sutra akan menjadi lemah tak berdaya, semua kesaktian seolaholah punah.

AJI KANCING KONCI – Amalan Kancing Konci ini khusus digunakan untuk mengunci lawan. lawan yang terkunci gerakannya akan terhenti seketika dan seolah-olah tubuhnya kaku, sukar digerakkan. amalan Kancing Kunci ini sangat penting dimilki oleh orang-orang perguruan tenaga dalam, kerana bisa menunjang keampuhan jurus-jurus kuncian.

AJI GELAP SAYUTA – Orang dulu sering membangga-banggakan aji Gelap Sayuta, kerana orang yang mengamalkan ajian ini suaranya bisa menggetarkan orang yang mendengarkan. Untuk pukulan tenaga dalam yang dilamuri ajian ini bisa mematikan lawan.

AJI QULHU GENI – Qulhu Geni merupakan ajian khusus untuk mengalahkan bangsa jin setan, Menurut orang dulu bila dibaca 1 kali, maka syetan putus tangan kirinya, bila dibaca 2 kali putus tangan kanannya, bila dibaca 3 kali putus kedua kakinya dan bila dibaca 4 kali akan lebur seluruh badannya.

AJI QULHU DERGA BALIK – Kekuatan Qulhu Derga Balik hampir serupa dengan Qulhu Geni dan Komara Geni. amalan ini bisa digunakan untuk kontak, pagaran tubuh dan mengobati orang kena tenung, santet,. Bla diserang akan kembali pada sipenyerang. Sudah barang tentu agar amalan ini bisa lebih mujarab harus sering di wirid.

AJI MACAN PUTIH – Aji Macan Putih merupakan aji kewibawaan yang sangat tinggi. Bila aji ini diwatek (di rapal), suaranya bisa membuat lawan gemetar dan nyali lawan menjadi kecil.

AJI LEMBU SEKILAN – Aji Lembu Sekilan ini sangat terkenal sejak dahulu, hingga sekarang. Aji ini memang sangat baik untuk keselamatan dalam pertempuran. Bila diamalkan dengan baik semua serangan lawan baik menggunakan tangan kosong maupun senjata tajam bahkan senjata api tak akan mengenianya.

AJI TAMENG WAJA – Aji Tameng Waja adalah aji khusus kekebalan. daya keampuhannya memang hampir dengan aji Lembu Sekilan. barang siapa mengamalkan aji tameng waja ini dengan baik Insya Allah dalam suatu pertempuran tidak akan cedera oleh senjata lawan.

AJI TEGUH ALOT PAYUNG ALLOH – Aji Teguh Alot Payung Allah ini adalah merupakan aji keselamatan dan kekebalan yang sangat ampuh. Dulu aji ini sangat dirahasiakan, setelah ditimbang-timbang demi perkembangan ilmu didunia ini maka bisa disebar luaskan.

AJI PANCASONA – Aji Pancasona sangat terkenal sejak zaman dahulu. Dalam pewayangan aji ini dimiliki oleh Prabu Dasamuka. Siapa memiliki Aji Pancasona sukar untuk matinya. Kerana bila tertembak misalnya dan kena hingga mati, maka setelah jatuh ke tanah ia akan hidup lagi dan bekas lukalukanya akan lenyap. Aji Pancasona memang hampir sama dengan aji Rawarontek. Orang yang memiliki aji ini matinya hanya bisa bila kepala dan tubuhnya dipisahkan dan ditaruh di tempat yang sangat jauh, bila mungkin dipendam di dalam sumur yang dalam.

AJI BENGKELENG – Aji Bengkeleng di zaman dahulu sangat dirahasiakan. Kerana itu sangat jarang yang memilikinya. Keunggulan aji Bengkeleng sebagai ilmu kebal adalah kalau orang yang mengamalkan aji tersebut sempurna, bila kena senjata tajam dan peluru rasanya seperti kena titisan air.

AJI PAYUNG ALLOH – Amalan Payung Allah adalah amalan untuk keselamatan atau pageran badan. Amalan ini nampaknya memang sederhana, tetapi khasiatnya sangat luar biasa. Amalan ini sangat penting untuk mereka yang sering bergelut dengan dunia kekerasan.

AJI WA LAQAD – Amalan Wa Laqad yang diambil dari surat saba’ ayat 10 mmpunyai khasiat yang mengagumkan yaitu Untuk ajian dan Untuk kesaktian yang dapat membengkokkan besi atau mematahkan baja.

AJI SAIFI ANGIN – atau Sapu Angin adalah suatu kedikdayaan yang dapat mempercepat seseorang dalam perjalanan. Dengan aji Sapu Angin ini orang dapat menempuh jarak jauh dalam waktu yang singkat, ibaratnya lebih cepat darai pesawat terbang. Aji ini pula yang menjadikan orang seperti kijang atau burung srikatan dalam kecepatan bergerak. Orang yang mempunyai aji sapu angin dan mengamalkan dengan baik dapat meringankan tubuh sringan-ringannya, sehingga dapat lari cepat sekali. Dahulu para wali songo selalu menggunakan aji sapu angin ini, khusunya bila diundang untuk rapat di masjid demak.

AJI SUKET KALANJANA – Aji Suket Kalanjana merupakan aji untuk melihat alam ghaib, aji ini sangat kuno dan langka. Jarang orang yang memilikinya. aji Suket Kalanjana ini bila diamalkan dengan baik akan bisa tahu alam ghaib, seperti tahu ujudnya bangsa jin, setan dan sebagainya hanya saja syarat laku ilmu ini sangat sukar, kecuali bagi orang-orang yang berbakat.

AJI PANGLIMUNAN – Sangat jarang orang sakti yang memiliki aji Panglimunan. aji Panglimunan adalah aji untuk menghilang atau untuk menutup suatu benda agar tidak nampak. aji ini memang cukup berbahaya bila disalah gunakan.

AJI SENGGORO MACAN – Aji Senggoro Macan adalah suatu ilmu kedikdayaan yang diambil dari nenek moyang dari daya kewibawaan binatang macan. apabila seekor macan telah mengeluarkan aumnya maka calon mangsanya tidak akan berkutik. Untuk dapat menguasai ilmu tidak mudah, siapa saja yang mempunyai ilmu ini akan disegani oleh segenap manusia.

ILMU KARANG – Orang yang memiliki ilmu ini akan ditakuti lawan, sebab bila sampai terkena tanggannya menyebabkan kematian. apa yang tersentuh oleh tangan orang yang menguasai Ilmu Karang akan lebur. Di Kalimantan ilmu ini disebut dengan Pelebur. Persyaratan agar kita bisa memiliki ilmu yang langka ini tidaklah mudah, sebab ilmu ini yang ditakuti oleh semua mahluk. Untuk mendapatkan dan memiliki ilmu ini kita harus mampu menaklukkan berbagai cobaan dari diri kita dan dari bangsa jin.

AJI MEGANANDA – Aji ini adalah suatu ilmu yang dapat menidurkan orang /lawan. keampuhan ilmu sulit dicari tandingannya dari zaman nenek moyang hingga kini.

AJI KRESNA – Aji Kresna ini untuk menjadikan tubuh seperti raksasa bila dilihat musuh . Bila tidak dalam keadaan terancam keselamatan dirinya, tidak bisa aji yang satu ini dikeluarkan. Sebab musuh akan menjadi gila kerana takut dengan penglihatannya. Dalam pewayangan, yang memiliki aji ini hanyalah Prabu Dewa Kresna.

AJI PENATASAN – Orang yang menyimpan ilmu penatasan ini akan dapat melumpuhkan lawan tanpa perlawanan. Sebab penatasan sejenis ilmu yang dapat melumpuhkan lawan dan mematikan semua ilmu yamng dimilkilawan. orang yang memilki ilmu ini hanya menggunakan lewat tangan atau mata. Tentunya dengan menggunakan jurus-jurus dan ilmu-ilmu tersebut dialirkan pada tangan, atau kaki, mata. Akan tetapi dalam penggunaan ilmu ini tidak bisa sembarangan. Kalau kita dalam keadaan terdesak barulah ilmu bisa anda keluarkan, sebab jika tidak dalam keadaan yang membahayakan keselamatan, dan ilmu digunakan dulu, maka musuh akan lumpuh total. Persyaratan untuk mendapatkan ilmu ini juga tidak mudah dilaksanakan.

AJI TUGUMANIK JAYAKUSUMA – Kehebatan dan kegunaan ilmu ini hampir menyerupai ilmu Pancasona, namun ilmu juga berbeda dengan dengan ilmu Pancasona, jika ilmu Pancasona bisa hidup kembali bila potongan tubuhnya tidak dikubur melalui sungai. akan tetapi ilmu Tugumanik Jayakusuma tidak akan mati kalau belum waktunya.(kalau belum tuhan yang mematikan).

AJI PANGUNCEN – Aji Panguncen ini salah satu ilmu yang digunakan para siswa perguruan tenaga dalam. Sebab dengan ilmu ini musuh bila terkena akan terhenti gerakannya. Dalam pengerakan ilmu ini kita harus mempunyai tenaga dalam yang sudah sempurna.

AJI CIUNG WANARA – Dengan aji Ciung Wanara ini anda mampu mengalahkan musuh yang sangat tinggi ilmunya. Bukan itu saja anda akan ditakuti segenap binatang, baik binatang yang hidup didarat maupun yang hidup diair. Aji Ciung Wanara juga dapat menundukkan bangsa jin dan bangsa makhluk ghaib lainnya. Serta dapat menundukkan ilmu sesat seperti tenung, teluh dan santet.

AJI GEMBALA GENI – Siapa yang memiliki aji Gembala Geni bila digunakan maka bangsa jin akan terbakar. Disamping itu bisa digunakan untuk membakar orang yang mempunyai sifat angkara murka. Persyaratan untuk dapat memiliki ilmu Gembala Geni tidaklah ringan. Berbagai cobaan yang menggoda dada kita harus mampu kita tundukkan. Bila kita masih bernafsu untuk menyombongkan suatu ilmu seperti gembala Geni mengakibatkan diri kita terasa terbakar.

AJI KIDANG KUNING – Orang yang memiliki ilmu satu ini dalam berjalan atau dalam bepergian jauh dengan kecepatan yang luar biasa dan susah diikuti dengan pandangan mata. Dalam dunia pesilatan ilmu ini disebut ilmu meringankan tubuh. Dengan secepat kilat kita akan sampai pada tempat yang dituju.

AJI TINGGENGAN – Aji Tinggengan ini kegunaannya sama dengan aji Panguncen. Bila orang yang memiliki aji Tinggengan ini dalam menghadapi lawannya dialirkan lewat tangannya hingga lawan yang terkena sentuhan tangannya tidak akan bergerak.

AJI WISA KIBLAT PAPAT -racun yang dikeluarkan binatang seperti ular, sangat membahayakan bagi keselamatan orang yang digigitnya. Tapi bila orang orang yang digigit ular dan binatang beracun lainnya mempunyai penangkalnya tidaklah hal yang aneh. Anda bisa menangkal racun tersebut dengan menggunakan aji Kiblat Papat.

Sumber : <klik>

Untuk mempelajari ilmu wirid, asma, aji-an nya di sini : <klik> Sabdo Jati

http://wongalus.files.wordpress.com/2010/07/rajah-suryani.jpg?w=377&h=311

Asma Suryani

Asma’ Suryani (Asma’ perang). Insya allah dengan menguasai ilmu ini, dapat digunakan untuk seribu hajat, keselamatan mutlak dhohir & batin, kekebalan, anti segala alat tajam-tumpul, kebal api, tembak, bom, kepruk, cekik, cambuk, panjat golok, dll, kekuatan, kawibawaan tinggi, kharisma, pengasihan umum / khusus, menundukkan lawan, menambah keberanian, selamat dari pengeroyokan, peperangan, kecelakaan, gangguan jin, syaitan, santet, tenung, guna-guna, dll. (insya allah bisa dicoba / tajrib) amin. Mahar: Rp 1.500.000. Mohon maaf, mahar tersebut bukanlah harga keilmuan yang di ambil, namun mahar tersebut hanyalah sekedar pengganti ijazah ilmu atau ijabkobul dari ilmu yang akan dipelajari dan ilmu-ilmu tersebut tidaklah ternilai dengan harga berapapun. Bagi anda yang berminat serius ingin belajar di perguruan kami anda bisa hubungi kami tlp/sms di xxxx xxxx.

Ini adalah salah satu iklan tentang Asma Suryani. Saya terus terang kaget dengan mahar yang sedemikian banyak (menurut ukuran saya yang berkantong pas pasan). Tergelitik rasa penasaran, saya menelusuri Asma Suryani di internet. Apa dan bagaimana bunyinya? Ternyata sangat sederhana.

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM.
WAMANGKANA WAINNAHU …. KAUSI
WAMA KANA ROSULIHI…. TINTUSI

Ini adalah penggalan mantra Asma Suryani yang lengkapnya hanya 11 kata. Dengan dua asma Tuhan dalam titik-titik tersebut.  Pengijazahanpun biasanya hanya butuh waktu sangat singkat, paling lama sekitar 25 menit termasuk tawasul dan akses ke sumber energi.

Asma ini adalah amalan ilmu hikmah yang sudah kondang di jagad mistik. Konon, ilmu ini tidak boleh ditulis dan hanya bisa diturunkan dan diijazahkan dari guru ke murid melalui lisan. Adapun jenis ilmu yang tidak boleh ditulis ini di antaranya SYAHADAT PUTIH dan lainnya. Terus terang, saya tidak sepakat dengan pengijazahan model rahasia seperti ini. Ini sudah jaman dimana orang sudah sedemikian cerdas dan bijaksana. Ini era tulisan dan bukan jaman pra sejarah lagi.

Sebagaimana beberapa saat yang lalu, saya mendapat pengijazahan gratis dari seseorang guru dengan syarat tidak boleh ditulis. Tapi mohon maaf dalam hati saya menolaknya, akal saya tidak bisa menerima. Saya punya AKAL DAN HATI NURANI. Ini guru saya untuk hidup dengan merdeka tanpa ditakuti oleh rambu-rambu rahasia. Akal dan Hati bagi saya adalah “Al Qur’an dan Hadits Rasulullah” sebagai bekal perjalanan hidup saya.

Saya berpikir, buat apa saya diijazahi ilmu namun hanya untuk diri saya sendiri? Apalagi tidak untuk ditularkan kepada pembaca lain melalui tulisan. Rasulullah SAW yang sebelumnya melarang penulisan hadits, di akhir hayatnya kemudian membolehkan As Sunnah ditulis oleh para sahabat. Kenapa? Sebab tulisan adalah media penyampai informasi yang bisa diabadikan dalam jangka waktu yang lama. Beda dengan melalui lisan dimana hanya mampu bertahan beberapa generasi saja kemudian sirna dan dilupakan.

Nah, kalau ada sesepuh yang ingin mengijazahkan ASMA SURYANI atau amalan lain dan bisa ditularkan melalui media tulisan, saya baru mau menerimanya untuk kemudian saya salurkan kepada pembaca. Rugi rasanya, hidup yang hanya singkat ini dipenuhi oleh ilmu tapi tidak diiklhaskan untuk diamalkan kepada mereka yang membutuhkan….

ASMA SURYANI konon merupakan salah satu jenis ilmu hikmah yang multi guna. Kegunaan utama ASMA SURYANI adalah untuk keselamatan, pengobatan, perlindungan fisik/metafisik, dan sebagainya. Sama dengan amalan ilmu gaib lain, ASMA SURYANI ini juga beresiko tinggi bagi pengamal bila tidak siap mental spiritualnya.

ASMA SURYANI ini bisa diturunkan baik secara lisan atau tulisan, bahkan menurut saya paling bagus diajarkan secara tertulis agar mudah dipahami secara keseluruhan, karena bila seseorang yang diturunkan ASMA SURYANI tidak memahami apa yang diajarkan, maka ASMA SURYANI bisa mencelakakan dirinya sendiri. Dalam menurunkan ASMA SURYANI tidaklah melalui proses yang berbelit belit yang penting sang guru tahu tata cara menurunkan ilmu yang akan diajarkan kepada orang lain atau murid baru.

Salah satu syarat yang saya sepakati adalah ASMA SURYANI diturunkan dari sang guru yang mental spiritualnya suci dan orang yang akan mengamalkan juga harus dalam keadaan bersih, agar ilmu yang diturunkan sempurna dan tidak berbahaya bagi sang pengamal. Setelah pengisian ilmu, yang harus dilakukan sang murid adalah memulai wirid untuk pengasahan agar ilmu yang baru dipelajari menjadi lebih tinggi.

Sebagaimana dengan amalan ilmu gaib yang lain, ASMA SURYANI diaktifkan dalam keadaan pasrah, sumeleh, fokus dalam ketenangan yang meditatif. Konon bagi yang sudah mengamalkan, pengamal ASMA SURYANI yang sudah sangat mahir akan mampu menaklukkan bangsa jin. Termasuk menaklukan buto ijo, tuyul dan berbagai jenis pesugihan dengan mudah.

ASMA SURYANI juga digunakan untuk wirid harian dengan tujuan keselamatan. Dan juga digunakan untuk kekebalan serta memantulkan kembali energi negatif yang dipancarkan orang yang menyerang kita baik secara fisik/tenaga dalam maupun kiriman paket energi negatif jarak jauh.

Jadi apabila ada sesepuh yang ingin menurunkan ASMA SURYANI kepada Pembaca Kampus Wong Alus, mohon kiranya tidak usah dengan lisan atau dengan cara direkam karena malah beresiko yaitu lupa karena daya ingatan sangat terbatas. Sebaiknya ilmu apapun seharusnya perlu ditulis (seperti Al Qur’an dan As Sunah) agar mudah dipahami secara perlahan lahan, bukan memaksakan otak menerima secara langsung sesuatau ilmu yang baru dan tidak dipahami terlebih dahulu. Ini pendapat saya pribadi dan mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Saya ingat salah satu komentar pembaca yang menyitir kalimat BJ Habibie: Lha wong sudah diberi ilmu dan tekniknya saja belum mampu menggunakan, apalagi yang tidak tahu…

Nah dengan artikel ini, mewakili pembaca Kampus Wong Alus saya mengetuk hati para sesepuh untuk mengijazahkan kepada kita ilmu-ilmu hikmah seperti Asma Suryani, Syahadat Putih dll termasuk dengan teknik-teknik lengkapnya. Saya haqqul yakin, amalan yang dibuka secara transparan membuat ilmu yang anda miliki semakin barokah fiddunya wal akhirah. Amal sholeh Anda akan dilanggengkan Allah SWT.

Sumber : <klik>

Asma Sungai Raja adalah merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yg multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yg berpendapat, bahwa memiliki ilmu satu ini bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, Asma Sunge Raja bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen atau untuk seumur hidup.

Selain itu asma ini telah kami teliti selama berbulan bulan, dan ternyata bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim.
Asma Sunge Raja ini merupakan ilmu tua yang usianya diperkirakan telah mencapai kurang lebih 5000 tahun. Menurut informasi, diseluruh Indonesia khususnya di Pulau Jawa ada 4 versi ASR, yang mana setiap versi berbeda mantera serta memiliki kelebihan masing masing.

Didalam asma ini, terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan) dll.

Menurut riwayatnya, konon Asma luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Berdasarkan informasi, ilmu ini telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yg dianggap pantas untuk mewarisinya. Adapun di Indonesia, dua tokoh yang diketahui telah menerima ijazah ASR secara langsung dari Nabi KHidir AS adalah Embah Kuwu Sangkan (Pangeran Cakrabuana/Raden Walang Sungsang) pendiri kota cirebon sekaligus paman sunan Gunung Jati Cirebon, dan Syaikh Abu Syamsudin di Batu Ampar, Madura.

Di antara lain khasiat Asma Sunge Raja ialah :

  • Pengasihan umum dan khusus
  • Keberanian Luar Biasa
  • Kewibawaan Tingkat Tinggi
  • Merendam Amarah orang lain
  • Kekuatan Tangan Luar Biasa
  • Anti Pukulan Tangan dan Benda Tumpul
  • Kekuatan Fizik – Tidak Mudah Lelah
  • Meningkatkan Kekuatkan Ilmu Yang Ada
  • Melumpukan Kesaktian Ilmu Lawan
  • Selamat Dari Senjata Tajam, Senjata Api dan Lendakkan Bom
  • Selamat dari Kecelakaan Darat,Laut dan Udara
  • Menundukkan Musuh
  • Menagih Hutang agar lancer
  • Meluluhkan hati seseorang
  • Pulihkan Tanah yang “keras”
  • Pulihkan Tanah yang di tanam sihir/barang
  • Menangkal Sihir,Teluh,Tenung,Santet,Hipnotis dan Ilmu Gendam
  • Ditakuti/disegani segala macam mahkluk halus,jin,setan,hantu dan lain-lain
  • Mengobati orang kesurupan,terkena guna-guna, penyakit medis dan non-medis
  • Pagar Rumah, Kedai dan lain-lain
  • Menghentikan badai/rebut atau angina putting beliung
  • Menghentikan ombak yang ganas
  • Menjinakkan Haiwan yang ganas
  • Usir Tamu yang tak di undang atau rusuhan
  • Pawang Hujan – Usir Hujan/Mendung
  • Mendatangkan Hujan
  • Agar Di sayangi oleh majikan
  • Memudah proses kelahiran
  • Penglimunan
  • Mengisi Asma dan sejenisnya agar ampuh
  • Menghantam Musuh Jarak Jauh
  • Mengisi Kekuatan pada orang lain
  • Menetrulakan racun dan sejenisnya, baik di dalam makanan dan minuman
  • Mendapat kepercayaan dari orang besar
  • Memaksa pencuri agar mengembalikan barang telah di curinya
  • Menpertajamkan indera ke-enam
  • Menpengaruhi fikiran orang lain
  • Menutup Sesuatu Tempat Agar Sepi/Tutup
  • Dan Masih Banyak Lagi Khasiat yang dapat anda perbagaikan.

Aji Saipi Angin Versi 1

Pada zaman dahulu aji saipi angin ini sangat terkenal, karena aji saipi angin telah memiliki daya kecepatan berjalan bagaikan angin, daya ringan tubuh bagaikan kapas , sehingga orang yang memiliki aji saipi angin ini dapat menempuh perjalanan jauh dengan memakan waktu beberapa ment saja, itulah kehibatan aji saipi angin yang dimiliki oleh orang orang yang dikatakan sakti.

Amalan yang digunakan, puasa 40 hari, makannya hanya dedaunan yang dimakan mentah, tanpa dimasak dan digarami, adapun minumnya air putih saja, mulai puasanya Sabtu kliwon, Aji dibaca dimuka pintu rumah ketika akan berangkat, pakaian yang dipakai harus yang halal, waktu berjalan yang terasa dingin cuma telinga. Selama menjalani puasa, setiap anda selesai mengerjakan sholat fardhu amalannya dibaca sebanyak 7 kali dan pada malam harinya setelah anda selesai mengerjakan sholat sunnah Hajad amalanya dibaca sebanyak 100 kali.

Ajian yang di baca:
- ingsun amatak ajiku saipi angin
- lakuku ing iring barat lesus angin poncoworo bayu bojro sindung riwut
- sakabeh ing kekayon kangkatrajangpodo sol rubuh
- sakedep netro lakuku wus kemput ing jagad wetan
- kulon
- kidul
- lor
- iyo aku bayumu sikapi putih titise roh ilapi kang nglimputi jagad kabeh, saking kersaning Allah.

Sumber : <klik>, <klik>

Aji Saipi Angin Versi 2

Aji Saipi Angin mempunyai manfaat untuk meringankan tubuh. Bagaikan kapas yang tertiup angin. Pemilik aji ini bila dalam keadaan memaksa, seandainya bila bepergian jauh namun harus membutuhkan waktu yang cepat dan dalam suasana yang mendesak bila dibaca mantranya maka pemilik aji saipi angin laksana terbang di atas angin.

MANTRA :
“Bismillaahirrohmaanirrohiim”
“Assalaamu’alaikum saipi angin”
“Matek ajiku saipi angin”
“Nur ni wetan putih rupane”
“Nur ni kidul ireng rupane”
“Nur ni kulon abang rupane”
“Nur ni lor kuning rupane”
“Malaikat sepuluh ono gawe”
“Tampanono iyo aku iki dulurmu tuwo”
“Yen mlaku koyo angin”

Riyadhoh untuk menjalani ilmu ini.
Untuk mendapatkan aji saipi angin dalam melakukannya harus dijalani di tengah hutan dan meniru kehidupan hewan hutan yaitu cara hidupnya ayam hutan baik cara makan, minum, dan tidurnya hewan ayam tersebut.
Puasa sunnah 7 hari, dan hari terakhir tidak makan, minum, dan tidur selama sehari semalam.
Selama puasa mantra dibaca dari pagi sampai menjelang tidur.
Dalam menjalankan riyadhoh makan dan minumnya tidak boleh menggunakan tangan, makan dimasukkan ke mulutnya seperti cara ayam makan makanan dan meminum minuman.

Sumber : <klik>

HUT RI ke 66

Indonesia Raya

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-66 tahun. Dirgahayu Indonesia, MERDEKA !!! Jayalah Bangsaku, Bangsa Indonesia, Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Air-ku Tercinta, Tanah Air Indonesia, Makmurlah Rakyatnya, Rakyat Bangsa Indonesia, Berbahasa Persatuan, Bahasa Indonesia, MERDEKA NKRI ku.

Mari para pemuda sekalian junjung tinggi rasa ke-Nasional-an kita, mencintai NKRI dengan Harga MATI, Pegang teguh Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Memayu Hayuning Bawono.

http://www.eastjava.com/tourism/magetan/map/magetan_map_hires.png

Magetan kota indah tempat kampung halaman saya (Red: Dimas)
Berikut data nya :

Motto : memayu hayuning bawana suka ambangun
Provinsi : Jawa Timur
Ibu kota : Magetan
Luas : 688,85 km²Penduduk
· Jumlah 621.000 (2003)
· Kepadatan 923 jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 18
· Desa/kelurahan 235
Bupati -Drs.H Sumantri,MM
Kode area telepon 0351

Kabupaten Magetan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Magetan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi di utara, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun di timur, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri (keduanya termasuk provinsi Jawa Tengah). Bandara Iswahyudi, salah satu pangkalan utama Angkatan Udara RI di kawasan Indonesia Timur, terletak di kecamatan Maospati.
Kabupaten Magetan terdiri atas 17 kecamatan, yang terdiri dari 208 desa dan 27 kelurahan.

Kabupaten Magetan dilintasi jalan raya utama Surabaya-Madiun-Yogyakarta dan jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa, namun jalur tersebut tidak melintasi ibukota Kabupaten Magetan.Satu-satunya stasiun yang berada di wilayah kabupaten Magetan adalah Stasiun Barat terletak di wilayah Kecamatan Barat.

Gunung Lawu (3.265 m) terdapat di bagian barat Kabupaten Magetan, yakni perbatasan dengan Jawa Tengah. Di daerah pegunungan ini terdapat Telaga Sarangan(1000 m dpl), salah satu tempat wisata andalan kabupaten ini, yang berada di jalur wisata Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Karanganyar.

Magetan dikenal karena kerajinan kulit (untuk alas kaki dan tas) dan produksi jeruk pamelo (jeruk bali)serta krupuk lempengnya yang terbuat dari nasi.

Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos, berasal dari Kabupaten Magetan. Mantan Kepala LIPI, Prof. Dr. Samaun Samadikun, mantan ketua MPR Charis Suhud dan Dokter Sardjito Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, anggota DPRD Jawa Timur A. Basuki Babussalam juga merupakan putra daerah ini.

Lambang Kota Magetan

 

Letak dan Batas Daerah
Kabupaten Magetan terletak di antara 7 38′ 30″ Lintang selatan dan 111 20′ 30″ Bujur Timur Batas fisik Kabupaten Magetan adalah:
Utara : Kabupaten Ngawi
Timur : Kabupaten Madiun
Selatan : Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah)
Barat : Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah)

Luas dan Pembagian Wilayah  Luas Kabupaten Magetan adalah 688,85 km²,yang terdiri dari 17 wilayah kecamatan, 208 desa, 27 kelurahan, 822 Dusun/Lingkungan, dan 4575 Rukun Tetangga.

Iklim dan Curah Hujan Suhu udara berkisar antara 16 – 20 C di dataran tinggi dan antara 22 – 26 C di dataran rendah. Curah hujan rata-rata mencapai 2500 – 3000 mm di dataran tinggi dan di dataran rendah antara 1300 – 1600 mm.

Pembagian Tipe-tipe Wilayah
Dilihat dari tingkat kesuburan tanahnya, Kabupaten Magetan dapat dibagi dalam 6 tipologi wilayah:
1. Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian subur : Kecamatan Plaosan
2. Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian sedang : Kecamatan Panekan dan Kecamatan Poncol
3. Tipe wilayah pegunungan, tanah pertanian kurang subur(kritis): sebagian Kecamatan Poncol, Kecamatan Parang, Kecamatan Lembeyan, dan sebagian Kecamatan Kawedanan
4. Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian subur : Kecamatan Barat, Kecamatan Kartoharjo, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Karas, Kecamatan takeran dan Kecamatan Kuntoronadi
5. Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian sedang: Kecamatan Maospati, sebagian Kecamatan Bendo, sebagian Kecamatan Kawedanan, sebagian Kecamatan Sukomoro, Kecamatan Ngariboyo, dan Kecamatan Magetan.
6. Tipe wilayah dataran rendah, tanah pertanian kurang subur : sebagian Kecamatan Sukomoro dan sebagian Kecamatan Bendo

Bupati Kabupaten Magetan
1. Raden Tumenggung Yosonegoro(1675 – 1703)
2. Raden Ronggo Galih Tirtokusumo (1703 – 1709) <<< (Eyang buyut sepuh saya. Red: Dimas)
3. Raden Mangunrono(1709 – 1730)
4. Raden Tumenggung Citrodiwirjo (1730 – 1743)
5. Raden Arja Sumaningrat(1743 – 1755)
6. Kanjeng Kyai Adipati Poerwadiningrat (1755 – 1790)7Raden Tumenggung Sosrodipuro(1790 – 1825)
7. Raden Tumenggung Sosrowinoto (1825 – 1837)
8. Raden Mas Arja Kartonagoro(1837 – 1852)
9. Raden Mas Arja Hadipati Surohadiningrat III (1852 – 1887)
10. Raden M.T. Adiwinoto(1887 – 1912), R.M.T. Kertonegoro (1889)
11. Raden M.T. Surohadinegoro (1912 – 1938), R.A. Arjohadiwinoto (1919)
12. Raden Mas Tumenggung Soerjo(1938 – 1943)
13. Raden Mas Arja Tjokrodiprojo (1943 – 1945)
14. Dokter Sajidiman(1945 – 1946)
15. Sudibjo (1946 – 1949)
16. Raden Kodrat Samadikoen(1949 – 1950)
17. Mas Soehardjo (1950)
18. Mas Siraturahmi(1950 – 1952)
19. M. Machmud Notonindito (1952 – 1960)
20. Soebandi Sastrosoetomo (1960 – 1965)
21. Raden Mochamad Dirjowinoto(1965 – 1968)
22. Boediman (1968 – 1973)
23. Djajadi(1973 – 1978)
24. Drs. Bambang Koesbandono (1978 – 1983)
25. Drg. H.M. Sihabudin (1983 – 1988)
26. Drs. Soedharmono (1988 – 1998)
27. Soenarto
28. Saleh Mulyono
29. Sumantri

Untuk Artikel ini akan selalu update

Foto Foto :

GOR Ki Mageti Magetan
Jalan tembus Magetan langsung ke solo ngak perlu lewat sarangan sekalian Honda Jazz Alvin Nur Luqman Nampang hohoho . . .
Telaga sarangan dilihat dari jalan tembus Magetan
Perbatasan Magetan – Karanganyar
Alvin Nur Luqman @ Jalan tembus baru Tawang mangu Magetan
Alvin Nur Luqman @ Kerajinan Kulit Jalan Sawo Karya Pahala 3 Magetan
Logo Blogger Magetan http://kotamagetan.com/

Sumber: http://kotamagetan.com/kabupaten-magetan.html

RONGGO GALIH

Identifikasi

Nama Lengkap : Raden Ronggo Galih Tirtokusumo (1703-1709) <<< (Eyang buyut sepuh saya. Red: Dimas)

Jenis : Makam Priyantun Agung

Lokasi : Dukuh Waduk, Desa Durenan, Kecamatan Plaosan, Kab.Magetan, Jawa Timur, Indonesia

Jarak Tempuh : 3 Km dari Jantung Kota Magetan

Juru Kunci : Mbah BARDI

http://magetanonline.com/wp-content/uploads/2010/05/ronggogalih.jpg

Pesarean ” Ronggo Galih & Sekar Wangi “

http://magetanonline.com/wp-content/uploads/2010/05/mbah_bardi.jpgBincang – bincang santai magetanonline dengan Mbah Bardi, 65 th. Juru Kunci ( Pakuncen) “Pesaeran” Eyang RONGGO GALEH.

PROFILE MBAH BARDI

Pria lugu, Ramah, hidup apa adanya dan mudah ditemui Jadi Pakuncen sejak th 1995 .s/d. sekarang.
Nafkah keseharian dari hasil pertaniannya yang tidak seberapa.

MENURUT PENUTURAN MBAH BARDI

PEZIARAH
“Dari Berbagai Kota di Indonesia ,banyak juga yang dari negara tetangga, Malaysia, Singapura, dan Brunei.”

WAKTU-WAKTU ZIARAH
Mbah Bardi Pakuncen Ronggo Galih “ kalo dulu hanya terbatas pada hari. Selasa, Rabu, Jum’at Kliwon, sekarang hampir tiap hari banyak yg berziarah”

BANGUNAN MAKAM & SEKITARNYA
“Makam dibangun oleh orang Sukses dari Semarang, untuk jalan masuk dibantu oleh pihak Pemkab, sedang untuk perawatan bangunan makam dan sekitarnya kalo ada kerusakan diambil dari kocek sendiri dan bantuan para peziarah “

SIAPAKAH RONGGO GALIH
“ Makam ini sudah ada sebelum ada penduduk di desa ini, saya tidak tahu apakah Ronggo Galih ini seorang Wali, atau Krabat Kraton, yang jelas Orang Ampuh…….ini terbukti banyak yg ziarah sejak zaman dulu, walau makamnya tidak sebaik saat ini.

ik saat ini.

PENGAKUAN PEZIARAH

TUJUAN PEZIARAH

Sebut saja bu Atik yg juga Pensiunan PNS tempat tinggal Madiun, hampir tiap hari bu Atik beserta keluarga ada di makam Ronggo Galeh, dan ini sudah berjalan lebih dari 2 tahun. Juga merasa ada ketentraman bathin kalo berkunjung ke Ronggo Galih disamping itu, melakukan “Caos Dahar “ / Slametan untuk eyang Ronggo Galih. Agar dalam meniti kehidupan bisa gangsar dan tenteram.

HAL PENAMPAKAN
Sering muncul sosok Harimau Putih secara transparan dari makam Ronggo Galih.

LINGKUP MAKAM RONGGO GALIH

Caos dahar dari peziarah, kagem eyang Ronggo Galih

Makam Ronggo Galeh & Sekar Wangi

Makam para penderek Ronggo Galeh

Gapura masuk Komplek makam Ronggo Galeh

Jalan masuk Komplek makam Ronggo Galeh

Parkir mobil / motor peziarah

Gapura Masuk menuju Komplek Makam Ronggo Galih

Sumber : http://magetanonline.com/157/ – dimasbagus.blog.com

Kalender

April 2014
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Search

Arsip Artikel

My Twitter

Authors